Aktivis Will Apresiasi Capaian Pemkab Minut Atas Penghargaan IGA 2026 Dari Kemendagri

MINUT – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) dibawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda Dan Wakil Kevin Lotulung yang masuk ke jajaran nominasi penerima Innovative Government Award (IGA) 2026 dari Kementerian Dalam Negeri RI mendapat tanggapan positif dari aktivis William Luntungan.
Ia menilai capaian ini merupakan prestasi patut diapresiasi sebagai bukti adanya upaya nyata pemkab Minut untuk menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Menurut William Luntungan, nominasi IGA tersebut bukanlah hal yang didapat secara instan. Kehadiran Pemkab Minut di daftar nominasi menunjukkan bahwa jajaran pemerintahan daerah telah berupaya merancang program‑program baru guna meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Minut.
Ia menyampaikan, penghargaan IGA yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri menjadi tolok ukur nasional bagi kemampuan kabupaten/kota dalam melahirkan terobosan pemerintahan yang patut di acungkan jempol.
Namun begitu, William Luntungan berharap nominasi ini tidak hanya berhenti sebagai sebuah pencapaian administratif semata.
Ia mendorong agar inovasi yang menjadi dasar nominasi IGA benar‑benar dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat luas, bukan sekadar dokumen program untuk keperluan penilaian penghargaan.
Aktivis vokal asal Tonsea ini juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut mengapresiasi kerja jajaran Pemkab Minut sekaligus memberikan masukan konstruktif.
Dengan adanya masukan dari warga, inovasi daerah dapat terus disempurnakan agar lebih relevan menjawab kebutuhan nyata masyarakat Kabupaten Minut.
Ia menambahkan, capaian nominasi ini dapat dijadikan momentum bagi Pemkab Minut untuk terus berinovasi.
Konsistensi menjaga kualitas program akan menjadi nilai lebih yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar meraih status penghargaan.
Will sapaan akrab berharap Pemkab Minut tetap menjaga semangat berinovasi ke depannya. Baik terpilih menjadi penerima penghargaan maupun tidak, upaya menciptakan terobosan pelayanan publik harus tetap berjalan berkelanjutan demi kemajuan bumi Tonsea.



