Sebut Roy Pitoy: Hutan Mangrove Likupang, Aset Penting untuk Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Kreatif

π πΆπ»ππ — Kabupaten Minahasa Utara sukses menjadi tuan rumah pertemuan pertama Asosiasi Pemerintah Daerah di Asia Pasifik (UCLG ASPAC) di tahun 2024. Pertemuan yang bertema “Meningkatkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Kreatif melalui Kolaborasi Asia-Pasifik ” ini berlangsung bertepatan dengan Likupang Tourism Festival 2024, dari tanggal 5 hingga 7 Juni 2024.
Pertemuan ini dihadiri oleh 245 peserta dari 13 negara, termasuk China, Korea Selatan, Nepal, India, Filipina, dan Kamboja. Diskusi mengenai pengalaman pengembangan pariwisata di berbagai kota dan negara di Asia Pasifik menjadi fokus utama pertemuan ini.
Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda dan Kevin Wiliam Lotulung, memimpin pertemuan ini. Bupati Joune menekankan pentingnya kolaborasi antar negara untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
Bernadia Irawati Tjandradewi, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, dalam sambutannya, menjelaskan berbagai manfaat keanggotaan dalam organisasi ini, termasuk akses ke jaringan global yang luas, dukungan teknis dan keuangan, serta peluang kolaborasi.
Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Minahasa Utara, Roy Salmon Pitoy, kepada media, Minggu, (27/10) menyatakan bahwa pertemuan UCLG ASPAC, di Minahasa Utara pada bulan Juni lalu menjadi momentum untuk mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif di Asia Pasifik, khususnya di Likupang.
“Likupang, dengan pesona alamnya yang memikat, memiliki beragam jenis tanaman mangrove yang tumbuh subur. Beberapa spesies yang dapat ditemukan di Likupang, antara lain: Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Avicennia officialis, Sonneratia sp, dan Rizhopora apiculata. Keberagaman spesies mangrove ini menjadikan Likupang sebagai aset penting yang perlu dilestarikan untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan, “ujar Ketua DPC PKB yang mengusung Joune Ganda Kevin Wiliam Lotulung dalam memimpin Minahasa Utara untuk 2 periode.
Pitoy menyebutkan, Hutan mangrove memiliki banyak fungsi vital, di antaranya:
– Tempat pembesaran biota laut yang bernilai ekonomis
– Sumber oksigen bagi manusia
– Penyerap karbon dioksida (CO2)
– Perlindungan pantai dari abrasi
– Penyerap bahan kimia berbahaya
– Peredam energi gelombang tsunami
Pertemuan UCLG ASPAC di Minahasa Utara diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kolaborasi antar negara di Asia Pasifik dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif.
Rukminto Rachman



