Pertama di Sulawesi Utara, Internet Gratis di Mantehage Buhias Resmi Dibuka, Warga dan Perangkat Desa Antusias Manfaatkan!

𝗠𝗶𝗻𝘂𝘁 — Kepulauan Desa Mantehage dan Buhias, Sulawesi Utara – Sebuah tonggak sejarah baru terukir di Kepulauan Desa Mantehage dan Buhias, Sulawesi Utara. Program kepemimpinan JGKWL telah menghadirkan akses internet gratis di kantor desa, yang resmi dibuka dan mulai dinikmati oleh warga dan perangkat desa sejak pagi ini.
Warga Desa Mantehage menyambut gembira kehadiran internet gratis ini. “Ini adalah bukti nyata bahwa JGKWL tidak hanya omong kosong, tapi benar-benar bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar salah seorang warga. “Dengan adanya internet gratis ini, kami bisa lebih mudah mengakses informasi, berkomunikasi dengan keluarga di luar daerah, dan mengembangkan potensi desa.”
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas di daerah terpencil, seperti yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Kominfo, Roby Parengkuan SH. “Tahun lalu, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian 1000 Base Transceiver Station (BTS) 4G untuk daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) di Indonesia, termasuk di Desa Bowombaru Utara, Kecamatan Melonguane Timur, Kepulauan Talaud,” ungkap Roby.
“Presiden juga meresmikan beroperasinya 11 Stasiun Bumi Satelit RI 1 (Satria 1), salah satunya berada di Desa Matungkas, Minahasa Utara. Satelit Satria 1 merupakan bagian dari program BAKTI AKSI (Akses Internet) yang akan bermigrasi secara bertahap pada tahun 2024,” tambahnya.
Kehadiran internet gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Mantehage dan Buhias. Masyarakat dapat memanfaatkan internet untuk berbagai keperluan, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial.
“Prestasi jangan berhenti, pencet-pencet!” seru warga Desa Buhias, menunjukkan antusiasme mereka terhadap program ini.
Manfaat Internet Gratis:
– Kemudahan akses informasi: Warga dapat mengakses informasi terkini dan penting, seperti berita, cuaca, dan kesehatan.
– Peningkatan komunikasi: Warga dapat berkomunikasi dengan keluarga dan teman yang berada di luar daerah dengan lebih mudah dan murah.
– Peluang ekonomi: Warga dapat memanfaatkan internet untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah, seperti berjualan online.
– Peningkatan pendidikan: Siswa dapat mengakses materi pelajaran dan sumber belajar online.
– Pelayanan publik yang lebih baik: Perangkat desa dapat memanfaatkan internet untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Semoga program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat positif bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
(Rukminto Rachman)



