Minahasa Utara Luncurkan Program Internet Gratis, Berbeda dengan Starlink: Jangkauan Luas dan Tanpa Biaya Bulanan

π πΆπ»ππ — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di bawah kepemimpinan Joune Ganda dan Kevin William Lotulung (JGKWL), terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menghadirkan akses internet gratis di seluruh wilayahnya. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendorong kemajuan di berbagai sektor, khususnya pendidikan, ekonomi, dan sosial. Dengan akses internet yang merata, diharapkan masyarakat Minut dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan, membuka peluang usaha, dan mempermudah akses informasi serta layanan publik.

Pjs Bupati Minut, Reza Dotulong, telah melakukan kunjungan kerja ke beberapa desa yang menjadi titik pemasangan internet gratis, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mewujudkan program ini. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menjembatani kesenjangan digital di Indonesia.
Tahun lalu, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian 1000 Base Transceiver Station (BTS) 4G untuk daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) di Indonesia, termasuk di Desa Bowombaru Utara, Kecamatan Melonguane Timur, Kepulauan Talaud.

Presiden juga meresmikan beroperasinya 11 Stasiun Bumi Satelit RI 1 (Satria 1), salah satunya berada di Desa Matungkas, Minahasa Utara. Satelit Satria 1 merupakan bagian dari program BAKTI AKSI (Akses Internet) yang akan bermigrasi secara bertahap pada tahun 2024.
Kadis Kominfo Minut, Robby Parengkuan, menjelaskan bahwa pemasangan internet gratis telah dimulai di Desa Kaleosan dan sedang berlangsung di Desa Teep. Program ini akan terus berlanjut dan menjangkau wilayah Kepulauan di Likupang, termasuk Desa Mantehage, Nain, dan Talise.
“Pemasangan internet gratis ini akan dilakukan secara bertahap,” tegasnya.
Program “Minut Cerdas” ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Minut, membuka peluang baru, dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Akses internet yang memadai diharapkan dapat mendorong perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Minut.
Perlu dicatat bahwa program ini berbeda dengan layanan internet Starlink yang memiliki jangkauan terbatas dan dikenai biaya per bulan sebesar Rp 700.000.
Dengan langkah ini, Pemerintah Minut menunjukkan komitmen kuatnya dalam mewujudkan akses internet yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakatnya, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Rukminto Rachman



